Senin, 26 Desember 2016

Kopi Pinggir Jalan

Hari ini, setelah sekian lama, aku kembali merasakan kopi, hanya kopi, tanpa pemikiran tentang kamu didalamnya, tanpa perasaan tentang kamu di rasa pahitnya.

bebas,
walaupun pada akhirnya aku merasa kesepian, toh pada akhirnya kita akan sendirian.
aku mulai bisa melupakanmu, bukan karena kopi ini, tapi karena memang aku menginginkannya.

lucunya, minum kopi sendiri di warung pinggir jalan seperti sekarang ini, mengingatkan ku saat aku menunggu mu pulang kuliah, di kota mu, cuma bedanya, kopi ku sekarang tanpa perasaan tegang, atau tidak sabar menunggu kamu.

aku masih ingat, saat itu lepas Maghrib, saat aku dan kamu bertemu disana, dengan modal kendaraan yang aku pinjam dari seorang teman, kamu memukul kepalaku, entah karena apa, tapi aku senang, seakan akan, itu ungkapan rindu darimu.
kemudian kita makan malam berdua, yang mana, pada saat itu, aku malah lebih fokus untuk melihat wajahmu, ketimbang menyantap hidangan yang telah datang.

aku ingat, waktu itu kamu memesan nasi kuning, baso goreng, dan susu murni rasa strawberry sebagai penghilang dingin, karena waktu itu gerimis kurasa, obrolan kita canggung, tapi masih bisa saling tertawa, saling mengejek satu sama lain.

aku ingat parasmu waktu itu, gugup.
aku engga ngerti kenapa kamu gugup, walaupun kamu gugup, aku senang melihatnya.

di perjalanan pulang aku bertanya, tentang keseriusan hubungan kita, bukan seserius itu, hanya sebatas berpacaran.
tapi kamu cuma diam, tak menjawab, hanya tersenyum. dan memelukku.

aku engga ngerti, apa artinya itu, kamu bilang kamu nyaman denganku.disitu aku senang, sangat senang mendengar hal itu.

dan yang aku tidak tahu, ada nyaman bukan berarti rasa sayang.
terakhir kita berhubungan, kamu bilang kalau kamu nyaman denganku, tapi masih sayang dengannya, mantanmu itu

yang kamu bilang dia menyakitimu, yang kamu bilang dia menyia nyiakan mu, yang kamu bilang dia jahat.

tapi mengapa masih sayang?
perempuan memang susah di tebak.

Minggu, 18 Desember 2016

nah kan ee

menunggu ku terbawa kabur oleh waktu, yang kemudian terkalahkan oleh hasrat memiliki, tapi sayang seribu sayang, puan tak bisa mengerti, dia hanya mengerti kalau aku harus pergi, tanpa berpikir kalau aku pergi karena diam yang terpendam.

yaah, kenyataannya gua sendiri lagi, sajak sajak yang gua tulis untuk dia ga ada artinya, yaa cuma angin lalu kayanya, sebelum gua mutusin untuk mundur, ada satu percakapan, yang sialnya malah bikin gua mikir dua kali.

"aku mau nanya boleh? " kata gua

"nanya apa" kata dia

"kamu ada rasa ga sih?" kata gua

"rasa apa" kata dia

"sayang, atau apaa gitu ke aku?" kata gua

"rasa sayang aku masih sama i***m, rasa nyaman aku ke kamu, distance make me so confused" kata dia

"kenapa bingung?, apa yg bikin kamu bingung?"
kata gua

"love, distance, another women" kata dia

dan bla bla bla bla, sampai pada akhirnya dia bilang, " udah mundur aja, gapapa ko", dan disitu gua nyesel

gua nyesel kenapa gua ga bilang mundur dari dulu

gua nyesel kenapa gua nunggu dia.

gua nyesel karena akhirnya gua tau apa yang dia rasain, dan harapan itu cuma khayalan, yang ternyata kenyataannya kaya ee kambing.

dan akhirnya, gua bisa simpulkan bahwa

"merasakan patah hati merupakan ciri seseorang yang telah melewati kerasnya perjuangan dalam mencari"

lebay emang, tapi ya gitu kenyataannya.

Senin, 07 November 2016

Fall-

ternyata benar, seramai ramainya lingkungan, pada akhirnya gua ngerasa sepi.

single effect,
pernah gua baca di salah satu artikel, kesepian yang mendalam bisa ngebuat seseorang jadi depresi akut.

serem.

yang lucunya, gua masih nyaman dengan zona yang seperti ini, bawaannya mager buat nyari gebetan baru, padahal gua gatau, cewek yang sekarang gua tungguin bakal jadi apa ga nya.

dan ga kerasa, umur gua udah 21.
umur dimana seharusnya gua udah bikin skripsi, tapi gua masih semester 3.

dan di semester 3 ini, sendirian itu ga enak.
yg kemudian dari sendirian itu gua ngerasa kesepian, yang berujung gua jadi merasa harus membahagiakan. seseorang yang pikiran dan hatinya masih sama mantannya.

sebenernya yaa hal itu emang gua yang maksain, karena saking kesepiannya, karena saking terlanjur gua sayang sama dia, karena terlanjur janji sama diri gua sendiri buat nunggu dia, yang padahal gua gatau apa yang dia rasain ke gua gimana.

dari situ kadang gua mikir untuk mundur, untuk stop nungguin dia,tapi perasaan gabisa dibohongin.yang imbasnya, gua selalu nyari dia, kalau dia bales chat gua lama, kalau dia ga ada kabar.

kadang gua bingung sama gua sendiri, satu sisi logika gua mainin, tapi hati malah ikut ikutan.

Jumat, 21 Oktober 2016

ngi ngooo

cukup kali yee sendu sendunya..

oke, jadi kalo kalian baca postingan gua kemarin kemarin, isinya itu tentang sajak sajak kegalauan seorang manusia yang gajelas, gua ceritain dah sekarang.

jadi ceritanya gua kemarin kemarin itu deket sama seonggok wanita, yang gua kenal dari temen gua di kampus.
yang entah kenapa, awal gua chat ke dia, doi bales seadanya,yang kemudian karena doi bales seadanya,dan seperti gua menganggap diri gua seperti zampah pada saat itu, gua stop chat an sama dia.

sampe suatu waktu, doi ngirim broadcast getrich gitu, yg dari situ, gua mulai chat secara intens lagi sama dia sehingga pada suatu waktu, doi curhat lah ke gua, tentang pacarnya yang menurut gua brengseknya kebangetan.
gua juga brengsek sih, tapi yaa ga se brengsek itu juga..

dari situ, gua jadi lebih care ke dia, dia pun lebih welcome ke gua, yang kemudian timbullah rasa di diri ini, untuk segera bertemu dengannya, sehingga pada suatu waktu gua ketemu sama dia.

waktu ketemu, gua seneng parah, respon dia bagus men ke gua, ngobrol asik, gua seneng liat dia ketawa, karena kalo di chat, apalagi pas dia curhatin cowonya, dia suka nangis gitu.
sehingga dari situ timbullah sifat kelelakian gua Untung melindungi dan mengayomi dia, dan gua sayang juga sama dia

Sabtu, 15 Oktober 2016

Sore ini turun hujan, aku menantinya di sebuah warung pinggir jalan, bersama segelas kopi dan dua Batang rokok yang terus mengepul.

kendaraan lalu lalang di depanku, hawa dingin seakan tak terasa, tertutupi oleh rasa penasaran dalam hati, yang selalu bertanya tanya tentang perasaannya padaku

yang lucunya, aku selalu tersenyum saat membaca pesan darinya, atau melihat fotonya, sampai sampai teman temanku mengatakan kalau aku seperti orang gila, yang tersenyum senyum sendiri.

tapi, dibalik semua ini, aku menyimpan rasa khawatir akan hubungan ini, karena saat ini dia masih mempunyai status.

semoga keadaan berubah secepatnya.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Sajak Rindu

aku di buru rindu, di ujung malam menuju Minggu.
yang rasanya ingin aku terlelap tanpa memikirkan sejenak
karena aku tahu, aku tak pantas memikirkanmu yang terlalu sering memikirkannya.

dingin, dingin tubuh ini tanpamu
ketika teringat kau bersandar di pundak ini Minggu lalu.
tanpa suara, yang tergambar hanya nyaman.
tanpa cahaya, yang terasa hanya senyummu.

rekan sekamar bilang, kalau aku ini gila
tersenyum sendiri, terkadang melamun
kadang tertawa, tetapi terlihat menangis

ini cinta kawan, biar aku merasakan ke tidak warasannya

karena cinta tak kenal aturan
karena rindu tak mengenal waktu
karena aku diburu rindu.

Sajak Rindu
Satu Minggu setelah dia pergi, Cirendeu

Bisik Malam

masih malam, seperti sebelum sebelumnya, aku tuangkan cairan hati ini dimalam hari, saat ingin terlelap dan bermimpi tentangmu, tentang rasa.

perasaan ini semakin memburu, memburu inderamu agar mengetahuinya, walau kita sama sama tahu, bukan sekarang waktu untuk bersama, tanpa sandungan.

tak apa kasih, gelap pun butuh waktu agar terlihat.
walau serangga malam selalu menantinya.

aku ini kunang kunang, yang butuh malam untuk terlihat, yang butuh kamu untuk seimbang, yang butuh kita agar bahagia.

bahagia? tak apalah, hanya sebuah kiasan agar terlihat ideal, tapi... ideal seperti apa?
biar kita buat sendiri, tanpa ada ingatan masa lalu masing masing.

yang lucunya, aku katakan padamu kalau aku menyayangimu, yang padahal aku tahu kamu adalah perempuan yang sedang dalam pelukan.

lucu atau bodoh?

sendiri ini buatku lugu akan rasa.
seperti barista, yang baru ingat rasanya kopi, seperti anak anak belasan yang pertama kali berciuman.

harapan dalam berharap, agar kamu kuat dengan harapan ini, harapan yang aku katakan tadi lewat suara. yang aku terdiam sebelum kukatakan padamu.

harapan dalam bisik malam, harapan dalam kalbu.

Bisik Malam
2 Oktober 2016, Cirendeu.

Selasa, 27 September 2016

Kamu dan Kopi

kamu kopi, yang harus perlahan dinikmati.
bukan karena kamu pahit
tapi karena aku mengagumimu.
bukan karena kamu hitam
tapi karena pekatnya cintamu

kasih, biarlah kamu tetap pahit, agar tahu jujurnya kamu
agar tahu manisnya kamu
manis tak ada tanpa pahit bukan?

sedikit gula tak apalah, tapi jangan berlebihan.
karena yang kutahu
si Flores dan si Mandailing sangat asam karena banyak gula

aku tak ingin kau jadi asam,
tak apa pahit.
agar aku bisa mengerti kamu.

Sajak Kopi dan kamu.
Jakarta, di Penghujung September

Minggu, 25 September 2016

Sajak Perpisahan

hujan turun malam ini, ditemani langit gelap tanpa cahaya, ditambah hati yang merasa sendu karena tahu dia kembali pergi.

aku sendu
karena aku takut merindu kembali
karena takut dia kembali sedih
karena cintanya di sia siakan
karena dia selalu sendu

tawanya kemarin yang meledak ledak, membuatku ingin selalu dekatnya, seakan aku tak sadar diri aku ini siapa
dan dengan siapa dia

ada kalanya rasa itu muncul
rasa ingin memeluk cahaya kecil dalam dirinya
yang aku tahu telah redup
karena seseorang yang kepalanya kosong, tak ada pemikiran
yang kemudian ku beranikan diri, demi bahagianya dia.

tapi semuanya kembali pada sang matahari
karena angin hanya bisa berhembus
dan dirasakan saat sang angin mulai marah.

terakhir, aku akan selalu mengingat hangatmu
hangat lengan yang melingkar di tangan ini, di hati ini, di dada ini.

Sabtu, 24 September 2016

ketakutan sang angin

semuanya kembali tenang, sang awan yang semakin menjauhi matahari, membuat matahari kembali bersinar dengan segenap terangnya, angin pun senang berada didekatnya, yang padahal angin tahu panasnya

tapi angin mengabaikannya, angin ingin terus bermain bersama matahari, tanpa peduli Kapan awan kelabu itu akan muncul dan menutupi sinarnya lagi.

angin selalu berharap, dan terus berharap agar matahari bisa terus tersenyum bersamanya seperti hari ini, namun angin takut matahari melupakan dirinya, dan kembali bergumul dengan awan kelabu itu.dan angin takut, matahari memilih untuk tersenyum sendirian, tanpa memilih angin atau awan kelabu.

25 September 2016,
ditempat aku melihat Matahari tersenyum.

Tentang Perempuan dalam pelukan

pertemuan ku dengannya diawali saat aku menghadiri acara keluarga temanku, dia ada disitu, yang ternyata dia merupakan saudara dari temanku itu, dari situ aku mulai tertarik pada dia, yang kemudian aku mencoba mencari tahu tentangnya di media sosial, yang kemudian dari situ aku mulai berhubungan dengannya, sampai sekarang.

dia sering bercerita tentang seseorang yang beruntung bisa memilikinya, dia bercerita kalau dia dan lelakinya sudah berpacaran hampir 2 tahun, namun akhir akhir ini lelakinya seperti mencampakkannya, acuh, cuek kepadanya, yang kemudian setiap hari semakin berubah, yang terkadang membuat dia membatin, menangis.

cerita darinya membuatku kesal, aku berpikir "ko ada" lelaki bodoh seperti itu? yang membuat seorang perempuan se jelita dia menangis dan bersedih, yang pada akhirnya membuat dia susah tertidur di malam hari, yang membuat merah matanya, yang merusak hati bersihnya, yang kemudian membuatku ingin memiliki perempuan itu, berharap bisa menjaganya, menyayanginya sepenuh hati, bukan hanya angan angan.

tapi, apa dia mau? sedangkan posisiku disini hanya sebagai orang yang baru datang ke hidupnya, sedangkan lelakinya sudah 2 tahun lebih bersamanya, yang dimana dia merasa nyaman bersama lelakinya.

aku pernah meminta saran dari seorang teman, yang kemudian jawabannya membuatku tersadar, temanku mengatakan "Rasa sayangnya lebih besar, daripada rasa sakit yang dia rasakan".

Tentang Perempuan dalam pelukan.
Pondok Gede, 24 September 2016, saat hujan turun.

Perempuan Dalam Pelukan

Hujan menari nari di langit yang kelabu, yang ternyata semakin banyak datang ke bumi, ditambah suara petir yang bersahutan.
aku duduk di depan teras rumah temanku sendirian, sambil merokok dan bingung.

hari ini aku bertemu dengannya seseorang yang telah lama berhubungan denganku di media sosial, yang seharusnya aku mengutarakan perasaanku padanya saat ini, tapi aku bingung, dia tak seperti biasanya saat aku dan dia saling ber-chat ria, dia terkesan lebih dingin, cuek, dan kesepian tentunya.

aku bingung harus berbuat apa, ingin rasanya aku mengobrol dengannya, tetapi dari pertama dia datang, dia hanya diam di dalam kamar, dan keluar hanya untuk ke toilet atau mengambil sepatunya yg hampir basah terkena hujan, dalam hati aku berpikir " kapan dia keluar kamar, dan mengobrol denganku? ".

aku tahu, aku bukan siapa-siapa baginya, tapi apakah hanya mengobrol dengannya saja dia tak mau?

tadi pagi pukul 10, aku dan temanku menjemputnya, sampai disana aku menunggunya dengan salah tingkah, dan dia datang ! tapi entah kenapa aku melihat wajah yang sedang bosan dalam dirinya, bukan karena menunggu kami yang terlambat menjemputnya, lebih dari itu.

saat perjalanan pulang, aku melihat senyumnya, senyum yang akhirnya bisa aku lihat langsung, tanpa perantara foto dan Smartphone, senyum yang aku rindukan sejak dia mengirimkan sebuah foto saat aku mulai berhubungan dengannya, yang kemudian aku simpan dalam Smartphone-ku, yang setiap akhir hari sebelum tidur aku melihatnya.

posted from Bloggeroid

Senin, 19 September 2016

gabut

gatau kenapa tadi malam gua gabisa tidur,padahal mata udah perih banget,badan juga udah lemes, tapi giliran dibawa tidur ada aja yang bikin melek lagi.

gua gatau harus mulai dari mana, sekarang sekarang ini gua lagi deket sama cewek, gua sebut aja inisialnya "k", yang padahal si k ini udah punya pacar yang katanya ldr, dan gua deketin dia bukan tanpa alasan, gua deketin dia, karena ga tega tau dia disakitin mulu sama pacarnya.

jadi awal gua ketemu dia, pas waktu gua ada kerjaan buat dokumentasiin tunangan kaka-nya temen sekampus gua, nah si k ini sepupu dari temen gua, pas pertama gua liat dia, dalem hati gua bilang "et cantik amat ya", dan gua ga munafik, gua suka cewe cantik.

abis acara itu, gua tanya tanya ke temen gua tentang si k, gua minta line nya, tapi ga di kasih sama dia, kampret emang temen gua itu 😑 , tapi gua pinter, gua coba cari akun ig-nya, dan ketemu ! dan ternyata di description nya ada id linenya, dan tanpa pikir panjang langsung gua add tuh id line, gua mulai chat dia, sok sok kenal gitu, dia masih bales seadanya tapi gua masih aja tetep line dia, sampe suatu waktu, gua udahan line an sama dia, kalo ga salah karena gua bosen di jutekin mulu.

ada sekitar beberapa bulan gua ga line-an sama dia, sampe suatu waktu dia ngirim ajakan game gitu di line, yang kemudian gua bales, terus dia bales, terus dia bales lagi, terus gua bales lagi, terus dia bales lagi, terus bokap gua yang bales. 😕😕😕

intinya, setelah malem itu, gua makin deket sama dia, dia mulai cerita tentang kehidupan dia gimana, hubungan dia sama pacarnya yang kata dia, dia disakitin mulu, diselingkuhin, diduain, dan gua pernah minta pap(post a picture), ngirim foto, karena gua pengen tau dia lagi ngapain, nah dia send pict lah ke gua foto dia lagi selfie, yang awalnya gua ga sadar, karena dia cantik banget pas waktu itu, pas paginya, gua liatin lagi, gua zoom zoom, ternyata dia abis nangis pas dia kirim foto selfienya.
gua langsung chat dia, gua chat
"Kamu nangis kenapa?"
dia bales :
"Siapa yang nangis? aku cuma kelilipan 😂😂😂"
gua bales lagi :
"yee, kelilipan mah matanya ga merah gitu, kelilipan aspal apa sampe merah gitu wkwkwkwk"
dia bales :
"wkwkwkwk, ko kamu tau deh aku abis nangis 😂😂😂"

yaa, dari situ dia mulai berani buat cerita tentang hubungan dia sama pacarnya yang ldr, gua yang awalnya jadi Mario Teguh buat dia, mulai berubah jadi Jack di, dan dia jadi Rose buat gua.Kita berdua makin intens chat chat an tiap hari, tiap pagi nge chat cuma buat nyemangatin, nyuruh sarapan atau mandi, yang terus lanjut siangnya nge chat nyuruh makan siang, nyeritain kesibukan masing masing, ngirim foto pas dia lagi kuliah atau ngajar, sampe nyuruh mandi pun jadi bahan obrolan buat gua sama dia.yang kadang bikin gua senyum senyum sendiri pas baca chat an dari dia, pokoknya pas waktu itu gua semangat banget baca chat dari dia 😄😄😄

semuanya lancar lancar aja,
sampe pada akhirnya, gua sadar kalo gua sama dia ga ada hubungan apa apa, gua sadar kalau dia pacar orang, dan sampe temen gua si Lutfi kupret bilang "Rasa sayang dia lebih besar daripada rasa sakit yang dia rasain", dan gua sadar gua bukan siapa siapa buat dia, gua cuma hansaplast, plester penghilang luka, yang pas lukanya usah sembuh bakal dibuang.

gua mikir, kalaupun seandainya nanti dia putus sama pacarnya, apa iya dia mau sama gua?

Rabu, 14 September 2016

Hansaplast Man

hansaplast man.

oke, kali ini gua mau ngomongin hansaplast man, apa itu? hansaplast man adalah seorang lelaki yg dibutuhkan oleh wanita yang sudah mempunyai hubungan saat hubungannya sedang runyam/membosankan, intinya hansaplast man ada subyek pelarian wanita yang sedang marahan.

gajelas ye? ya intinya itu dah.
dan gua lagi ngerasain hal itu...
gua saat ini ada di posisi yang membuat gua harus yakin, kalo happy ending kaya di cerita cerita ftv itu beneran ada -_-

gua lagi coba untuk pendekatan lagi sama cewek, yang udah punya pacar, dimana waktu saat gua deketin dia, pas dia lagi sering sering marahan sama cowoknya wkwkwk.
 yang kadang jadi bahan pikiran gua, kalo pas tuh cewe lagi akur akurnya sama cowonya, berasa hidup gua kesepian amat, sampe sampe mau buat jadi hansaplast dia hehehe, tapi dari gua pribadi udah komitmen sama diri gua, kalaupun nanti gua gabisa pacaran sama dia, berarti emang bukan jodoh gua wakakakak

dan gua baru mikir, idup gua sekarang ini ngebosenin banget, jenuh karena kerjaan gua tiap hari cuma kuliah, nongkrong sampe malem, mabok, pulang ke kosan. walaupun buat mabok gua ga setiap hari.

gua kadang ngekhayal gimana gua setelah lulus kuliah, jadi apa ya gua ? 

Rabu, 07 September 2016

awesome fam

oke, setelah liburan panjang 3 bulan, akhirnya gua balik lagi ngampus, dan jadi abang abang an buat Dede gemes yg baru masuk taun ini, dengan datangnya mereka di kampus gua belajar bikin gua berfikir satu hal. tua, iya, ga berasa umur gua udah 21, padahal kaya baru kemarin gua lulus SD.

diumur 21 ini gua masih belum bisa ngasih sesuatu buat orang tua, mau ngasih cucu, ga ada yg mau bantuin gua. ngasih duit, lah gua juga masih minta sama mereka, gamungkin kan gua minta terus gua kasih lagi ke mereka? oke gajelas.
but seriously, gua kadang berfikir kuliah gua yg sekarang sekarang ini jadi beban buat orang tua gua, terlebih lagi, gua yg boros bikin duit jajan kadang harus minta lagi.gua pengen kerja aja deh rasanya, tapi nyokap gua pernah bilang gini ke gua, "Kamu ga usah mikirin uang, kamu kuliah yg bener, kalau uang mah bisa dicari, kalo ilmu mah gabisa dinanti nanti". disitu gua diem,terharu,beol di celana, dan berfikir "berarti gua bisa beli hp baru", ga deng wkwkwk.
intinya, gua bersyukur punya keluarga yg bisa support gua, yg bisa menghargai apa yg gua pengen, dan gua berharap, gua bisa ngebanggain mereka,entah dengan cara gimana.


Kamis, 09 Juni 2016

perkumpulan orang butuh.

Oke , kita mulai lagi...

Jadi anak kuliahan kaya sekarang ini ngebuat gua mau ga mau harus aktif dalam berbagai hal,entah itu akademis atau pun non akademis, sekarang gua mau bahas yang non akademis.

Organisasi kampus.

Apa yang ada dipikiran lu kalau denger kata organisasi kampus? Sebagian mungkin berpikir tentang acara acara , rapat , pulang malam, dan lain lain. Tapi sebenernya , tujuan organisasi kampus itu apa sih?

Ini opini dari gua,
Pada dasarnya organisasi kampus seharusnya bertujuan untuk menyalurkan suara suara dari mahasiswanya , selain itu , suatu organisasi dibuat agar dapat jadi tempat mahasiswa untuk menyalurkan bakatnya baik secara akademis ataupun non akademis. tapi apa itu benar?

 Gua gabisa bilang itu benar atau salah , karena terkadang gua ngerasain kalo organisasi emang menyuarakan hak gua , tapi disisi lain ga jauh jauh dari kepentingan pribadi beberapa pihak, yang kemudian pihak tertentu menggunakan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadinya, yang lucunya kalau di kampus, lawan main kita yaa temen kita sendiri, dan yang ga habis pikir, mereka mereka yang bermain politik dalam satu organisasi bisa melakukan berbagai cara, dari mulai yang kotor, sampe yang halus, dari yang keliatan, sampe yang samar samar. yang kadang pada akhirnya merugikan banyak pihak.entah itu mahasiswa yang kupu kupu, atau malah orang organisasinya sendiri.

Terus gua harus ngapain?boker kali yaa
Oke, kalo gua secara pribadi rada males buat ikut ikutan yang kaya gitu, walaupun kadang kepo juga,yang akhirnya kekepoan gua bikin gua ikut ikutan, gajelas kan?iyaa emang

Menurut gua, suatu tujuan organisasi (yang baik untuk semua) bisa berjalan kalau individu individunya open minded sama semua pemikiran orang,bisa bermusyawarah dan bisa memikirkan orang orang yang non organisasi , karena pada dasarnya, organisasi bukan melulu tentang kepentingan,organisasi dibuat karena mahasiswa butuh kepanjangan tangan untuk hak hak nya yang ga terpenuhi.

Gua bacot banget dah ini, mungkin gua ngantuk kali yaa
Bye.


Minggu, 05 Juni 2016

Minggu , 5 Juni 2016

Besok , hari puasa pertama gua di kota rantau jakarta , udah hampir 4 bulan gua ga balik ke kampung , entah karena emang gua yang males , atau emang ga ada duit hahahaha
Sebenernya gua pengen pulang, gua kangen sama keluarga disana, cuma yang jadi masalah pada akhirnya uang uang juga.

Akhir akhir ini gua sering kepikiran sama keluarga dirumah , terakhir gua denger kabar dari bokap kalo nyokap sekarang tinggal di rumah nenek gua bareng adik gua dzaky, gua yg disini gatau harus ngapain

Kadang gua mikir, "apa gua udahan aja kuliah di Jakarta?" . Pernah gua ngomong gitu ke nyokap, tapi nyokap malah bilang kalo gua gausah mikir kaya gitu , nyokap gua bilang kalo gua harus kuliah yang bener,yang ternyata kuliah itu ga segampang yang gua pikir, terlalu banyak godaan dari lingkungan disini yang kadang bisa gua abaikan atau kadang gua malah ikut ikutan, yang lucunya gua kadang mikir kalo gua ini orang yang munafik.

Ya , munafik.

Hidup di Jakarta bikin gua harus bisa milih mana yang harus gua lakuin atau yang harus gua hindari , tapi malah akhirnya gua kejebak sama pilihan gua sendiri , yang pada akhirnya ngejadiin gua plin plan sama pilihan , yang akhirnya bikin gua memaklumi diri gua sendiri tentang kesalahan yang gua lakuin.
Mungkin orang tua gua disana gatau , tapi dalam diri gua , gua ngerasa bersalah sama mereka.