Sabtu, 01 Oktober 2016

Bisik Malam

masih malam, seperti sebelum sebelumnya, aku tuangkan cairan hati ini dimalam hari, saat ingin terlelap dan bermimpi tentangmu, tentang rasa.

perasaan ini semakin memburu, memburu inderamu agar mengetahuinya, walau kita sama sama tahu, bukan sekarang waktu untuk bersama, tanpa sandungan.

tak apa kasih, gelap pun butuh waktu agar terlihat.
walau serangga malam selalu menantinya.

aku ini kunang kunang, yang butuh malam untuk terlihat, yang butuh kamu untuk seimbang, yang butuh kita agar bahagia.

bahagia? tak apalah, hanya sebuah kiasan agar terlihat ideal, tapi... ideal seperti apa?
biar kita buat sendiri, tanpa ada ingatan masa lalu masing masing.

yang lucunya, aku katakan padamu kalau aku menyayangimu, yang padahal aku tahu kamu adalah perempuan yang sedang dalam pelukan.

lucu atau bodoh?

sendiri ini buatku lugu akan rasa.
seperti barista, yang baru ingat rasanya kopi, seperti anak anak belasan yang pertama kali berciuman.

harapan dalam berharap, agar kamu kuat dengan harapan ini, harapan yang aku katakan tadi lewat suara. yang aku terdiam sebelum kukatakan padamu.

harapan dalam bisik malam, harapan dalam kalbu.

Bisik Malam
2 Oktober 2016, Cirendeu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar