Minggu, 18 Desember 2016

nah kan ee

menunggu ku terbawa kabur oleh waktu, yang kemudian terkalahkan oleh hasrat memiliki, tapi sayang seribu sayang, puan tak bisa mengerti, dia hanya mengerti kalau aku harus pergi, tanpa berpikir kalau aku pergi karena diam yang terpendam.

yaah, kenyataannya gua sendiri lagi, sajak sajak yang gua tulis untuk dia ga ada artinya, yaa cuma angin lalu kayanya, sebelum gua mutusin untuk mundur, ada satu percakapan, yang sialnya malah bikin gua mikir dua kali.

"aku mau nanya boleh? " kata gua

"nanya apa" kata dia

"kamu ada rasa ga sih?" kata gua

"rasa apa" kata dia

"sayang, atau apaa gitu ke aku?" kata gua

"rasa sayang aku masih sama i***m, rasa nyaman aku ke kamu, distance make me so confused" kata dia

"kenapa bingung?, apa yg bikin kamu bingung?"
kata gua

"love, distance, another women" kata dia

dan bla bla bla bla, sampai pada akhirnya dia bilang, " udah mundur aja, gapapa ko", dan disitu gua nyesel

gua nyesel kenapa gua ga bilang mundur dari dulu

gua nyesel kenapa gua nunggu dia.

gua nyesel karena akhirnya gua tau apa yang dia rasain, dan harapan itu cuma khayalan, yang ternyata kenyataannya kaya ee kambing.

dan akhirnya, gua bisa simpulkan bahwa

"merasakan patah hati merupakan ciri seseorang yang telah melewati kerasnya perjuangan dalam mencari"

lebay emang, tapi ya gitu kenyataannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar