Minggu, 25 September 2016

Sajak Perpisahan

hujan turun malam ini, ditemani langit gelap tanpa cahaya, ditambah hati yang merasa sendu karena tahu dia kembali pergi.

aku sendu
karena aku takut merindu kembali
karena takut dia kembali sedih
karena cintanya di sia siakan
karena dia selalu sendu

tawanya kemarin yang meledak ledak, membuatku ingin selalu dekatnya, seakan aku tak sadar diri aku ini siapa
dan dengan siapa dia

ada kalanya rasa itu muncul
rasa ingin memeluk cahaya kecil dalam dirinya
yang aku tahu telah redup
karena seseorang yang kepalanya kosong, tak ada pemikiran
yang kemudian ku beranikan diri, demi bahagianya dia.

tapi semuanya kembali pada sang matahari
karena angin hanya bisa berhembus
dan dirasakan saat sang angin mulai marah.

terakhir, aku akan selalu mengingat hangatmu
hangat lengan yang melingkar di tangan ini, di hati ini, di dada ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar