Selasa, 27 September 2016

Kamu dan Kopi

kamu kopi, yang harus perlahan dinikmati.
bukan karena kamu pahit
tapi karena aku mengagumimu.
bukan karena kamu hitam
tapi karena pekatnya cintamu

kasih, biarlah kamu tetap pahit, agar tahu jujurnya kamu
agar tahu manisnya kamu
manis tak ada tanpa pahit bukan?

sedikit gula tak apalah, tapi jangan berlebihan.
karena yang kutahu
si Flores dan si Mandailing sangat asam karena banyak gula

aku tak ingin kau jadi asam,
tak apa pahit.
agar aku bisa mengerti kamu.

Sajak Kopi dan kamu.
Jakarta, di Penghujung September

Minggu, 25 September 2016

Sajak Perpisahan

hujan turun malam ini, ditemani langit gelap tanpa cahaya, ditambah hati yang merasa sendu karena tahu dia kembali pergi.

aku sendu
karena aku takut merindu kembali
karena takut dia kembali sedih
karena cintanya di sia siakan
karena dia selalu sendu

tawanya kemarin yang meledak ledak, membuatku ingin selalu dekatnya, seakan aku tak sadar diri aku ini siapa
dan dengan siapa dia

ada kalanya rasa itu muncul
rasa ingin memeluk cahaya kecil dalam dirinya
yang aku tahu telah redup
karena seseorang yang kepalanya kosong, tak ada pemikiran
yang kemudian ku beranikan diri, demi bahagianya dia.

tapi semuanya kembali pada sang matahari
karena angin hanya bisa berhembus
dan dirasakan saat sang angin mulai marah.

terakhir, aku akan selalu mengingat hangatmu
hangat lengan yang melingkar di tangan ini, di hati ini, di dada ini.

Sabtu, 24 September 2016

ketakutan sang angin

semuanya kembali tenang, sang awan yang semakin menjauhi matahari, membuat matahari kembali bersinar dengan segenap terangnya, angin pun senang berada didekatnya, yang padahal angin tahu panasnya

tapi angin mengabaikannya, angin ingin terus bermain bersama matahari, tanpa peduli Kapan awan kelabu itu akan muncul dan menutupi sinarnya lagi.

angin selalu berharap, dan terus berharap agar matahari bisa terus tersenyum bersamanya seperti hari ini, namun angin takut matahari melupakan dirinya, dan kembali bergumul dengan awan kelabu itu.dan angin takut, matahari memilih untuk tersenyum sendirian, tanpa memilih angin atau awan kelabu.

25 September 2016,
ditempat aku melihat Matahari tersenyum.

Tentang Perempuan dalam pelukan

pertemuan ku dengannya diawali saat aku menghadiri acara keluarga temanku, dia ada disitu, yang ternyata dia merupakan saudara dari temanku itu, dari situ aku mulai tertarik pada dia, yang kemudian aku mencoba mencari tahu tentangnya di media sosial, yang kemudian dari situ aku mulai berhubungan dengannya, sampai sekarang.

dia sering bercerita tentang seseorang yang beruntung bisa memilikinya, dia bercerita kalau dia dan lelakinya sudah berpacaran hampir 2 tahun, namun akhir akhir ini lelakinya seperti mencampakkannya, acuh, cuek kepadanya, yang kemudian setiap hari semakin berubah, yang terkadang membuat dia membatin, menangis.

cerita darinya membuatku kesal, aku berpikir "ko ada" lelaki bodoh seperti itu? yang membuat seorang perempuan se jelita dia menangis dan bersedih, yang pada akhirnya membuat dia susah tertidur di malam hari, yang membuat merah matanya, yang merusak hati bersihnya, yang kemudian membuatku ingin memiliki perempuan itu, berharap bisa menjaganya, menyayanginya sepenuh hati, bukan hanya angan angan.

tapi, apa dia mau? sedangkan posisiku disini hanya sebagai orang yang baru datang ke hidupnya, sedangkan lelakinya sudah 2 tahun lebih bersamanya, yang dimana dia merasa nyaman bersama lelakinya.

aku pernah meminta saran dari seorang teman, yang kemudian jawabannya membuatku tersadar, temanku mengatakan "Rasa sayangnya lebih besar, daripada rasa sakit yang dia rasakan".

Tentang Perempuan dalam pelukan.
Pondok Gede, 24 September 2016, saat hujan turun.

Perempuan Dalam Pelukan

Hujan menari nari di langit yang kelabu, yang ternyata semakin banyak datang ke bumi, ditambah suara petir yang bersahutan.
aku duduk di depan teras rumah temanku sendirian, sambil merokok dan bingung.

hari ini aku bertemu dengannya seseorang yang telah lama berhubungan denganku di media sosial, yang seharusnya aku mengutarakan perasaanku padanya saat ini, tapi aku bingung, dia tak seperti biasanya saat aku dan dia saling ber-chat ria, dia terkesan lebih dingin, cuek, dan kesepian tentunya.

aku bingung harus berbuat apa, ingin rasanya aku mengobrol dengannya, tetapi dari pertama dia datang, dia hanya diam di dalam kamar, dan keluar hanya untuk ke toilet atau mengambil sepatunya yg hampir basah terkena hujan, dalam hati aku berpikir " kapan dia keluar kamar, dan mengobrol denganku? ".

aku tahu, aku bukan siapa-siapa baginya, tapi apakah hanya mengobrol dengannya saja dia tak mau?

tadi pagi pukul 10, aku dan temanku menjemputnya, sampai disana aku menunggunya dengan salah tingkah, dan dia datang ! tapi entah kenapa aku melihat wajah yang sedang bosan dalam dirinya, bukan karena menunggu kami yang terlambat menjemputnya, lebih dari itu.

saat perjalanan pulang, aku melihat senyumnya, senyum yang akhirnya bisa aku lihat langsung, tanpa perantara foto dan Smartphone, senyum yang aku rindukan sejak dia mengirimkan sebuah foto saat aku mulai berhubungan dengannya, yang kemudian aku simpan dalam Smartphone-ku, yang setiap akhir hari sebelum tidur aku melihatnya.

posted from Bloggeroid

Senin, 19 September 2016

gabut

gatau kenapa tadi malam gua gabisa tidur,padahal mata udah perih banget,badan juga udah lemes, tapi giliran dibawa tidur ada aja yang bikin melek lagi.

gua gatau harus mulai dari mana, sekarang sekarang ini gua lagi deket sama cewek, gua sebut aja inisialnya "k", yang padahal si k ini udah punya pacar yang katanya ldr, dan gua deketin dia bukan tanpa alasan, gua deketin dia, karena ga tega tau dia disakitin mulu sama pacarnya.

jadi awal gua ketemu dia, pas waktu gua ada kerjaan buat dokumentasiin tunangan kaka-nya temen sekampus gua, nah si k ini sepupu dari temen gua, pas pertama gua liat dia, dalem hati gua bilang "et cantik amat ya", dan gua ga munafik, gua suka cewe cantik.

abis acara itu, gua tanya tanya ke temen gua tentang si k, gua minta line nya, tapi ga di kasih sama dia, kampret emang temen gua itu 😑 , tapi gua pinter, gua coba cari akun ig-nya, dan ketemu ! dan ternyata di description nya ada id linenya, dan tanpa pikir panjang langsung gua add tuh id line, gua mulai chat dia, sok sok kenal gitu, dia masih bales seadanya tapi gua masih aja tetep line dia, sampe suatu waktu, gua udahan line an sama dia, kalo ga salah karena gua bosen di jutekin mulu.

ada sekitar beberapa bulan gua ga line-an sama dia, sampe suatu waktu dia ngirim ajakan game gitu di line, yang kemudian gua bales, terus dia bales, terus dia bales lagi, terus gua bales lagi, terus dia bales lagi, terus bokap gua yang bales. 😕😕😕

intinya, setelah malem itu, gua makin deket sama dia, dia mulai cerita tentang kehidupan dia gimana, hubungan dia sama pacarnya yang kata dia, dia disakitin mulu, diselingkuhin, diduain, dan gua pernah minta pap(post a picture), ngirim foto, karena gua pengen tau dia lagi ngapain, nah dia send pict lah ke gua foto dia lagi selfie, yang awalnya gua ga sadar, karena dia cantik banget pas waktu itu, pas paginya, gua liatin lagi, gua zoom zoom, ternyata dia abis nangis pas dia kirim foto selfienya.
gua langsung chat dia, gua chat
"Kamu nangis kenapa?"
dia bales :
"Siapa yang nangis? aku cuma kelilipan 😂😂😂"
gua bales lagi :
"yee, kelilipan mah matanya ga merah gitu, kelilipan aspal apa sampe merah gitu wkwkwkwk"
dia bales :
"wkwkwkwk, ko kamu tau deh aku abis nangis 😂😂😂"

yaa, dari situ dia mulai berani buat cerita tentang hubungan dia sama pacarnya yang ldr, gua yang awalnya jadi Mario Teguh buat dia, mulai berubah jadi Jack di, dan dia jadi Rose buat gua.Kita berdua makin intens chat chat an tiap hari, tiap pagi nge chat cuma buat nyemangatin, nyuruh sarapan atau mandi, yang terus lanjut siangnya nge chat nyuruh makan siang, nyeritain kesibukan masing masing, ngirim foto pas dia lagi kuliah atau ngajar, sampe nyuruh mandi pun jadi bahan obrolan buat gua sama dia.yang kadang bikin gua senyum senyum sendiri pas baca chat an dari dia, pokoknya pas waktu itu gua semangat banget baca chat dari dia 😄😄😄

semuanya lancar lancar aja,
sampe pada akhirnya, gua sadar kalo gua sama dia ga ada hubungan apa apa, gua sadar kalau dia pacar orang, dan sampe temen gua si Lutfi kupret bilang "Rasa sayang dia lebih besar daripada rasa sakit yang dia rasain", dan gua sadar gua bukan siapa siapa buat dia, gua cuma hansaplast, plester penghilang luka, yang pas lukanya usah sembuh bakal dibuang.

gua mikir, kalaupun seandainya nanti dia putus sama pacarnya, apa iya dia mau sama gua?

Rabu, 14 September 2016

Hansaplast Man

hansaplast man.

oke, kali ini gua mau ngomongin hansaplast man, apa itu? hansaplast man adalah seorang lelaki yg dibutuhkan oleh wanita yang sudah mempunyai hubungan saat hubungannya sedang runyam/membosankan, intinya hansaplast man ada subyek pelarian wanita yang sedang marahan.

gajelas ye? ya intinya itu dah.
dan gua lagi ngerasain hal itu...
gua saat ini ada di posisi yang membuat gua harus yakin, kalo happy ending kaya di cerita cerita ftv itu beneran ada -_-

gua lagi coba untuk pendekatan lagi sama cewek, yang udah punya pacar, dimana waktu saat gua deketin dia, pas dia lagi sering sering marahan sama cowoknya wkwkwk.
 yang kadang jadi bahan pikiran gua, kalo pas tuh cewe lagi akur akurnya sama cowonya, berasa hidup gua kesepian amat, sampe sampe mau buat jadi hansaplast dia hehehe, tapi dari gua pribadi udah komitmen sama diri gua, kalaupun nanti gua gabisa pacaran sama dia, berarti emang bukan jodoh gua wakakakak

dan gua baru mikir, idup gua sekarang ini ngebosenin banget, jenuh karena kerjaan gua tiap hari cuma kuliah, nongkrong sampe malem, mabok, pulang ke kosan. walaupun buat mabok gua ga setiap hari.

gua kadang ngekhayal gimana gua setelah lulus kuliah, jadi apa ya gua ? 

Rabu, 07 September 2016

awesome fam

oke, setelah liburan panjang 3 bulan, akhirnya gua balik lagi ngampus, dan jadi abang abang an buat Dede gemes yg baru masuk taun ini, dengan datangnya mereka di kampus gua belajar bikin gua berfikir satu hal. tua, iya, ga berasa umur gua udah 21, padahal kaya baru kemarin gua lulus SD.

diumur 21 ini gua masih belum bisa ngasih sesuatu buat orang tua, mau ngasih cucu, ga ada yg mau bantuin gua. ngasih duit, lah gua juga masih minta sama mereka, gamungkin kan gua minta terus gua kasih lagi ke mereka? oke gajelas.
but seriously, gua kadang berfikir kuliah gua yg sekarang sekarang ini jadi beban buat orang tua gua, terlebih lagi, gua yg boros bikin duit jajan kadang harus minta lagi.gua pengen kerja aja deh rasanya, tapi nyokap gua pernah bilang gini ke gua, "Kamu ga usah mikirin uang, kamu kuliah yg bener, kalau uang mah bisa dicari, kalo ilmu mah gabisa dinanti nanti". disitu gua diem,terharu,beol di celana, dan berfikir "berarti gua bisa beli hp baru", ga deng wkwkwk.
intinya, gua bersyukur punya keluarga yg bisa support gua, yg bisa menghargai apa yg gua pengen, dan gua berharap, gua bisa ngebanggain mereka,entah dengan cara gimana.