Sabtu, 24 September 2016

Perempuan Dalam Pelukan

Hujan menari nari di langit yang kelabu, yang ternyata semakin banyak datang ke bumi, ditambah suara petir yang bersahutan.
aku duduk di depan teras rumah temanku sendirian, sambil merokok dan bingung.

hari ini aku bertemu dengannya seseorang yang telah lama berhubungan denganku di media sosial, yang seharusnya aku mengutarakan perasaanku padanya saat ini, tapi aku bingung, dia tak seperti biasanya saat aku dan dia saling ber-chat ria, dia terkesan lebih dingin, cuek, dan kesepian tentunya.

aku bingung harus berbuat apa, ingin rasanya aku mengobrol dengannya, tetapi dari pertama dia datang, dia hanya diam di dalam kamar, dan keluar hanya untuk ke toilet atau mengambil sepatunya yg hampir basah terkena hujan, dalam hati aku berpikir " kapan dia keluar kamar, dan mengobrol denganku? ".

aku tahu, aku bukan siapa-siapa baginya, tapi apakah hanya mengobrol dengannya saja dia tak mau?

tadi pagi pukul 10, aku dan temanku menjemputnya, sampai disana aku menunggunya dengan salah tingkah, dan dia datang ! tapi entah kenapa aku melihat wajah yang sedang bosan dalam dirinya, bukan karena menunggu kami yang terlambat menjemputnya, lebih dari itu.

saat perjalanan pulang, aku melihat senyumnya, senyum yang akhirnya bisa aku lihat langsung, tanpa perantara foto dan Smartphone, senyum yang aku rindukan sejak dia mengirimkan sebuah foto saat aku mulai berhubungan dengannya, yang kemudian aku simpan dalam Smartphone-ku, yang setiap akhir hari sebelum tidur aku melihatnya.

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar