kamu kopi, yang harus perlahan dinikmati.
bukan karena kamu pahit
tapi karena aku mengagumimu.
bukan karena kamu hitam
tapi karena pekatnya cintamu
kasih, biarlah kamu tetap pahit, agar tahu jujurnya kamu
agar tahu manisnya kamu
manis tak ada tanpa pahit bukan?
sedikit gula tak apalah, tapi jangan berlebihan.
karena yang kutahu
si Flores dan si Mandailing sangat asam karena banyak gula
aku tak ingin kau jadi asam,
tak apa pahit.
agar aku bisa mengerti kamu.
Sajak Kopi dan kamu.
Jakarta, di Penghujung September
bukan karena kamu pahit
tapi karena aku mengagumimu.
bukan karena kamu hitam
tapi karena pekatnya cintamu
kasih, biarlah kamu tetap pahit, agar tahu jujurnya kamu
agar tahu manisnya kamu
manis tak ada tanpa pahit bukan?
sedikit gula tak apalah, tapi jangan berlebihan.
karena yang kutahu
si Flores dan si Mandailing sangat asam karena banyak gula
aku tak ingin kau jadi asam,
tak apa pahit.
agar aku bisa mengerti kamu.
Sajak Kopi dan kamu.
Jakarta, di Penghujung September
Tidak ada komentar:
Posting Komentar