Selasa, 27 September 2016

Kamu dan Kopi

kamu kopi, yang harus perlahan dinikmati.
bukan karena kamu pahit
tapi karena aku mengagumimu.
bukan karena kamu hitam
tapi karena pekatnya cintamu

kasih, biarlah kamu tetap pahit, agar tahu jujurnya kamu
agar tahu manisnya kamu
manis tak ada tanpa pahit bukan?

sedikit gula tak apalah, tapi jangan berlebihan.
karena yang kutahu
si Flores dan si Mandailing sangat asam karena banyak gula

aku tak ingin kau jadi asam,
tak apa pahit.
agar aku bisa mengerti kamu.

Sajak Kopi dan kamu.
Jakarta, di Penghujung September

Tidak ada komentar:

Posting Komentar