semuanya kembali tenang, sang awan yang semakin menjauhi matahari, membuat matahari kembali bersinar dengan segenap terangnya, angin pun senang berada didekatnya, yang padahal angin tahu panasnya
tapi angin mengabaikannya, angin ingin terus bermain bersama matahari, tanpa peduli Kapan awan kelabu itu akan muncul dan menutupi sinarnya lagi.
angin selalu berharap, dan terus berharap agar matahari bisa terus tersenyum bersamanya seperti hari ini, namun angin takut matahari melupakan dirinya, dan kembali bergumul dengan awan kelabu itu.dan angin takut, matahari memilih untuk tersenyum sendirian, tanpa memilih angin atau awan kelabu.
25 September 2016,
ditempat aku melihat Matahari tersenyum.
tapi angin mengabaikannya, angin ingin terus bermain bersama matahari, tanpa peduli Kapan awan kelabu itu akan muncul dan menutupi sinarnya lagi.
angin selalu berharap, dan terus berharap agar matahari bisa terus tersenyum bersamanya seperti hari ini, namun angin takut matahari melupakan dirinya, dan kembali bergumul dengan awan kelabu itu.dan angin takut, matahari memilih untuk tersenyum sendirian, tanpa memilih angin atau awan kelabu.
25 September 2016,
ditempat aku melihat Matahari tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar