Rabu, 04 Januari 2017

ketika lagu naif terdengar.

"denganmu semua air mata, menjadi tawa suka ria, akankah kau selalu ada, menemani saat suka duka"

perhatian, lirik diatas dapat menimbulkan ingatan lama, orang lama, yang akhirnya harus dilupakan.

oke, jadi ceritanya gua lagi beli es didepan apotik bude gua di daerah Lebak bulus, gua duduk sambil ngerokok, kemudian sayup sayup kedengeran suara orang orang lagi nongkrong nyanyiin tuh lagu, btw itu lagunya naif judulnya "karena kamu cuma satu" , dan balik lagi yg pernah gua bilang dulu banget, setiap lagu pasti punya kisah sendiri buat pendengarnya atau pencipta nya, so, ini cerita gua.

kejadian ini baru terjadi beberapa bulan lalu, ceritanya gua lagi di kampus, wifian gratis, sambil main gitar gitu, yg gua nyanyiin yaa lagu itu tadi, dengan pikiran yang lagi mikirin mantan gebetan, yang dimana gua bingung ini hubungan gua mau dibawa kemana, yang pada akhirnya gua harus mutusin, gua bakal tetep nunggu, atau gua mundur, ya karena menurut gua, suatu hubungan itu harus ada kejelasan didalamnya, pacaran kah? atau sahabatan kah? atau sahabat rasa pacaran kah? atau pacaran rasa sahabatan? atau pacaran tapi ga kerasa pacaran? atau apalah gua bingung.

akhirnya setelah berpikir selama dua ratus tujuh puluh sembilan koma tiga hari, atau lebih tepatnya seminggu, gua memutuskan untuk mundur.

gua WhatsApp dia hari itu, dan jawaban dia simple, very very simple.

yaudah.

terus apalagi gitu gua gatau, yg selanjutnya gua tanya ke dia, sebenernya dia ada rasa ga sih sama gua? dan dia jawab simple juga, tapi kerasa sih

aku nyaman sama kamu, tapi aku sayang sama dia.

Ok
Ok
Ok
gua diem, mau gua banting tuh hape, tapi nanti gua gabisa nulis blog lagi.
akhirnya gua gajadi banting hape
gua banting sendal
ga pecah, iyalah
apa coba gajelas kan jadinya

yaa intinya gua kecewa, karena gua bukan softexable, yang bikin nyaman doang, anti kerut anti bocor.

gua cuma pengen dihargai, semua yang gua lakuin ke dia, semua waktu yg gua kasih untuk dia, kalo bisa dibalikin, balikin deh, setengahnya juga gapapa.

"karena kamu, cuma satu, untukku"
tai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar